Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Transpirasi : Pengertian dan Faktor yang berperan dalam transpirasi

Pengertian

Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman melalui pori-pori daun oleh proses fisiologis. Daun dan cabang umumnya dibalut lapisan mati yang disebut kulit ari (cuticle) yang kedap uap air. 
Transpirasi
Penguapan dari daun

Sel-sel hidup daun dan cabang terletak di bawah permukaan tanaman, di belakang pori-pori daun atau cabang. Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya pori-pori tersebut. System kerja jaringan sel-sel daun dan akar yang terlibat dalam penyerapan air dari dalam tanah, perjalanan air tersebut melalui jaringan kerja xylem, dan akhirnya penguapan uap air melalui pori-pori daun.

Sel-sel epidermis daun terbalut oleh lapisan kulit ari yang efektif menutup jalannya transpirasi kecuali pada pori-pori. Namun demikian, proses transpirasi melalui permukaan daun yang terbalut lapisan kulit ari tersebut sangat rendah (2-3% dari total transpirasi daun), maka secara hidrologi transpirasi kulit ari dapat diabaikan. 

Radiasi matahari dan energi panas tampak yang sampai di permukaan daun akan menaikkan suhu permukaan daun sedikit lebih tinggi daripada suhu udara di sekelilingnya. Sedangkan perubahan tekanan uap air antara permukaan daun dan udara di atasnya meningkat tajam oleh adanya penurunan tekanan uap air udara dengan kenaikan suhu udara. Kenaikan ini akan memperbesar penguapan lapisan air yang mengelilingi sel-sel palisade, menyebarkan uap air tersebut ke pori-pori dan akhirnya menguap ke udara oleh hembusan angin di atas permukaan daun. 

Peranan dan fungsi pori-pori daun pada proses transpirasi adalah bersifat fisiologis. Proses menutup dan membukanya pori-pori ditentukan oleh kedudukan daun dan cabang, ketersediaan air, dan masa tanaman merontokkan daun, terutama pada musim kering. Hal ini dilakukan tanaman untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh tanaman.

Faktor Penentu Transpirasi

Factor yang mengendalikan besar kecilnya transpirasi suatu vegetasi adalah sama dengan factor yang mempengaruhi terjadinya evaporasi, yaitu; radiasi panas matahari, suhu, kecepatan angin, dan gradien tekanan udara. 

Dalam hal ini, besarnya transpirasi dala batas tertentu juga dipengaruhi oleh karakteristik dan kerapatan vegetasi seperti struktur tajuk, perilaku pori-pori daun, dll. Sedikit berbeda dari proses intersepsi dimana factor-faktor yang menentukan besarnya intersepsi dikelompokkan menjadi dua factor, yaitu factor meteorologi dan factor vegetasi. Pada proses transpirasi yang menurut proses terjadinya adalah penguapan air yang berasal dari dalam tanah, maka factor penentu terjadinya transpirasi dibedakan menjadi factor meteorologi, vegetasi dan tanah (kelembapan tanah).

Albedo adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan besarnya reflektivitas radiasi matahari dari permukaan daun/tajuk vegetasi terhadap radiasi matahari yang datang pada permukaan vegetasi tersebut.  Besarnya albedo ditentukan oleh jenis vegetasi dan musim (tingkat pertumbuhan tanaman).

Selain kemampuan permukaan vegetasi dalam hal menyimpan panas, kekasaran permukaan vegetasi juga akan menentukan besar kecilnya transpirasi. Permukaan tajuk vegetasi juga akan menentukan besar kecilnya transpirasi. Permukaan tajuk vegetasi yang lebih kasar pada umumnya akan meningkatkan besarnya transpirasi karena dengan struktur permukaan yang kasar dapat menciptakan kondisi yang kondusif terhadap aliran udara yang tidak beraturan sehingga dapat mempercepat proses penguapan yang terjadi di permukaan tajuk vegetasi tersebut. Bagian lain dari vegetasi yang juga mempengaruhi besarnya transpirasi adalah system perakaran. Ketika air dalam keadaan cukup banyak, peranan akar vegetasi terhadap proses penguapan kemungkinan tidak terlalu besar. Tetapi, ketika cadangan air tanah mulai menyusut, factor kedalaman dan kerapatan akar vegetasi menjadi penting.

Kadar kelembapan tanah ikut menentukan besar kecilnya transpirasi, terutama apabila keadaan kelembapan berkurang sampai pada titik ketika vegetasi tersebut tidak lagi dapat memanfaatkan cadangan kelembapan air yang ada di dalam tanah (wilting point). Sebaliknya, pada keadaan ketika kelembapan tanah cukup, artinya ia berada di antara keadaan wilting point dan field capacity, transpirasi secara material tidak dipengaruhi oleh kelembapan tanah. Field capacity atau kapasitas lapang tanah adalah keadaan ketika air tetap tinggal dalam tanah dan tidak bergerak ke bawah oleh gaya gravitasi.

Besarnya kapasitas lapang tanah serta cadangan kelembapan air tanah dipengaruhi oleh struktur tanah. 

Baca juga : Kelembapan tanah


Joko Sunaryanto
Joko Sunaryanto Jangan lupakan jati dirimu. "Sangkan paraning dumadi"

Posting Komentar untuk "Transpirasi : Pengertian dan Faktor yang berperan dalam transpirasi"