Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Interaksi Desa-Kota : Pengertian, Faktor, Teori, Zona dan Dampaknya

Pengertian

Interaksi desa kota adalah hubungan saling mempengaruhi antara wilayah desa dan kota. Interaksi desa dengan kota dapat terjadi karena kedua wilayah itu saling memerlukan satu sama lain. 

Desa
Desa

Unsur-unsur Interaksi
Menurut Ullmann interaksi dapat terjadi jika terdapat unsur-unsur penyebabnya, yaitu:

  1. Adanya komplementaritas
    Komplementaritas atau wilayah yang saling melengkapi adalah wilayah-wilayah yang saling memiliki potensi sumber daya yang berbeda-beda. Atas dasar  perbedaan sumber daya tersebut selanjutnya masing masing wilayah saling melengkapi. 
  2. Adanya kemungkinan pemindahan/transferability
    Agar barang atau manusia dapat dipindahkan ke tempat lain selain diperlukan biaya dan waktu juga masih perlu adanya aturan dan tata tertib pelaksanaannya. 
  3. Adanya kesempatan untuk intervensi/intervening opportunities


Teori Interaksi

a.  Model Gravitasi dan Interaksi
Teori yang mendasari interaksi yaitu teori gravitasi atau teori gaya tarik. Teori gravitasi sebenarnya merupakan teori di dalam ilmu fisika mengenai gaya tarik menarik dua buah benda. Penemu dari teori itu adalah Isaac Newton (Inggris). Bunyi hukum Newton yaitu: “besarnya gaya tarik antara dua benda sama dengan hasil perkalian massa kedua benda tersebut dibagi dengan kuadrat jarak keduanya”

Ahli geografi mengadopsi teori itu dalam analisa kuantitatif mengenai interaksi. Wilayah sebagai benda dan jumlah penduduk sebagai massanya. Samakin banyak jumlah penduduk atau semakin dekat jaraknya, interaksi di antara kedua wilayah akan semakin besar. 

Besarnya interaksi diwujudkan dalam bentuk lalu lintas berpindahnya barang, orang, dan jasa antara wilayah tersebut.

Bentuk rumus interaksi sebagai berikut:     

Teori Gravitasi dan interaksi
Teori Gravitasi
                    

Keterangan:
PW1     = Jumlah Penduduk wilayah pertama                                                             
PW2     = Jumlah Penduduk wilayah kedua                                                               
J W1-2 = Jarak antara kedua wilayah tersebut
                                               
b. Teori Titik Henti

Teori titik henti merupakan model gravitasi dan interaksi dalam hubungannya dengan interaksi sosial. Teori ini dapat digunakan untuk memilih lokasi usaha, misalnya membuka toko. Teori ini dikemukakan oleh William J. Relly, dikenal juga dengan break point.

Rumus Teori Titik Henti adalah sebagai berikut:

Break point theory
Teori titik henti
                                         

Keterangan:
THab = titik henti antara wilayah a dan b dan didekatkan pada wilayah dengan penduduk    yang sedikit jumlahnya.
 Jab   = jarak antara wilayah a dan b
 PA    = jumlah penduduk wilayah kota yang lebih kecil
 PB    = jumlah penduduk wilayah kota yang lebih besar

c. Indeks Konektivitas (dikemukakan oleh K.J Kansky)

Indeks konektivitas digunakan untuk mengetahui kekuatan interaksi antarkota berdasarkan jaringan jalan.

Indeks konektivitas oleh Kansky
Indeks konektivitas
 

Zona Interaksi Desa - Kota
Interaksi antara daerah perkotaan dengan pedesaan menimbulkan pengaruh tertentu. Pengaruhnya sangat tergantung antara jarak ke pusat kota. Makin jauh dari pusat kota, makin lemah interaksinya. Wilayah-wilayah interaksi tersebut membentuk lingkaran-lingkaran yang dimulai di pusat kota sampai ke wilayah pedesaan. 

Menurut Bintarto, wilayah-wilayah zona interaksi adalah sebagai berikut:

  1. City diartikan sebagai pusat kota 
  2. Suburban, yaitu suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota. Wilayah itu merupakan tempat tinggal para penglaju. (penglaju merupakan penduduk yang melakukan mobilitas harian (tanpa menginap) di kota) 
  3. Suburban fringe (tepi daerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang melingkari daerah perkotaan. Wilayah itu merupakan peralihan daerah kota-desa. 
  4. Urban fringe (daerah perkotaan paling luar), yaitu semua batas wilayah terluar suatu kota. Wilayah itu ditandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota. 
  5. Rural urban fringe (daerah batas desa-kota), yaitu suatu wilayah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan pola penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan nonpertanian. 
  6. Rural (daerah pedesaan), yaitu suatu wilayah yang menitikberatkan sektor pertanian.                     

Perhatikan gambar berikut!

Zone Interaksi desa kota
Zone Interaksi desa kota
 

Dampak Interaksi Desa - Kota

Interaksi antara desa dan kota dapat menimbulkan pengaruh atau dampak, baik positif maupun negatif.

Pengaruh atau dampak positif:

  • Wawasan pengetahuan penduduk desa menjadi lebih meningkat 
  • Terbukanya jalur transportasi antara desa dan kota akan meningkatkan hubungan sosial ekonomi warga desa dengan warga kota 
  • Semakin banyak teknologi yang masuk ke desa, terutama teknologi pertanian 
  • Berkembangnya organisasi-organisasi sosial sebagai pembelajaran kehidupan demokrasi dan politik

Pengaruh atau dampak negatif:

  • Modernisasi kota dapat ditiru oleh penduduk desa. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat meninggalkan budaya agraris yang telah menjadi bagian dari kehidupannya. 
  • Peluang kerja di kota menyebabkan penduduk desa banyak yang pindah ke kota, sehingga di desa mengalami kekurangan tenaga-tenaga yang potensial. 
  • Bertambahnya pendatang dari kota, menyebabkan berubahnya pola penggunaan lahan di desa 
  • Berbagai tayangan televisi berperan dalam meningkatnya kriminalitas di desa 
  • Terbukanya jalur transportasi mengancam udara di desa terkena polusi udara 
  • Munculnya kawasan kumuh atau slum area di kota


Sumber : Berbagai sumber dan referensi yang relevan

Joko Sunaryanto
Joko Sunaryanto Jangan lupakan jati dirimu. "Sangkan paraning dumadi"

Posting Komentar untuk "Interaksi Desa-Kota : Pengertian, Faktor, Teori, Zona dan Dampaknya"