Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Sedimen, Material dan Strukturnya

Istilah sedimentologi untuk menamakan ilmu yang mempelajari segala aspek sedimen dan batuan. Sedimentologi adalah ilmu yang mempelajari pembentukan lapisan tanah di suatu tempat yang diakibatkan oleh perpindahan batuan yang terbentuk akibat dari pelapukan dari satu tempat yang terendapkan di tempat lain. 

Bentukan Sedimen Aluvial
Kipas Aluvial

Kemudian hasil pelapukan tersebut dipindahkan oleh air dan angin sebagai pengangkut yang utama. Sedimen tersebut apabila mengeras akan menjadi batu sedimen, contohnya adalah sedimentasi yang terjadi di delta sungai dan daerah sekitar gunung berapi. Ilmu ini berkaitan erat dengan pembentukan bahan galian, seperti batubara, minyak bumi, emas, dan perak. Petrologi sedimen adalah cabang petrologi yang membahas batuan sedimen, terutama pemeriannya (deskripsi, atau penguraian unsur-unsur). 

Sedimen adalah partikel hasil dari pelapukan batuan, material biologi, endapan kimia, debu, material sisa tumbuhan dan daun (Bent et al., 2001). Endapan sedimen adalah material padat yang terakumulasi di permukaan bumi atau dekat permukaan bumi, pada kondisi tekanan dan temperatur yang rendah. Endapan sedimen umumnya merupakan produk penghancuran batuan tua yang kemudian diangkut dan didistribusikan oleh arus atau angin. Sebagian sedimen merupakan hasil presipitasi kimia atau biokimia dari larutan. Ada beberapa jenis sedimen yang tidak berasal dari hancuran batuan tua, misalnya batubara yang pada dasarnya merupakan residu organik yang berasal dari tumbuhan serta sedimen vulkanogenik yang berasal dari material hasil letusan gunung api. Sedimen yang tidak berasal dari batuan tua umumnya memiliki ukuran yang relatif kecil dan jarang ditemukan. 

MATERIAL SEDIMEN 

Sifat material sedimen sangat bervariasi dari sisi origin, ukuran, bentuk dan komposisi. Material tersebut dapat berasal dari pelapukan batuan yang lebih tua, hasil erupsi gunung api, ataupun organisme seperti filamen mikroba yang terbentuk dari kalsium karbonat baik dalam bentuk utuh atau berupa pecahan cangkang, terumbu karang, tulang dan sisa-sisa tanaman. Pengendapan langsung larutan mineral dalam air juga merupakan sumber material sedimen pada kondisi tertentu. Proses transportasi material sedimen ke lokasi pengendapan dipengaruhi oleh gaya gravitasi, air, udara, es, dan aktivitas organisme/biologi. Sebagian besar akumulasi material sedimen dipengaruhi oleh unsur kimia, suhu, dan karakter biologinya. Proses transportasi dan pengendapan dapat diinterpretasikan dari karakteristik tiap-tiap lapisan batuan sedimen, baik dari struktur, ukuran, bentuk, dan distribusi material sedimennya. Pada umumnya, sedimen yang terbawa adalah sedimen yang melayang atau kandungan total suspended solid (TSS) di kolom air. Sedimen yang melayang tersebut dapat memengaruhi cahaya matahari menembus air laut. Konsentrasi total suspended solid kolom air laut yang rendah menyebabkan daya tembus sinar matahari lebih besar, dan sebaliknya apabila konsentrasi total suspended solid tinggi maka cahaya tidak jauh menembus kolum air laut (Dunton et al., 2003). Sebaliknya, apabila konsentrasi total suspended solid pada kolom air kecil maka produktivitas tahunan di kolom air juga rendah (Best et al., 2001; Murphy, 2007). 

TEKSTUR SEDIMEN 

Wentworth (1922), telah mengklasifikasikan butiran sedimen berdasarkan ukuran diameter butir, antara lain sebagai berikut: 

Klasifikasi butiran sedimen berdasarkan ukuran butir. 

1. Kerikil 2 – 4 mm

2. Pasir sangat kasar 1 – 2 mm, Pasir kasar 0,5 – 1 mm, Pasir sedang 0,25 – 0,5 mm, Pasir halus 0,125 – 0,25 mm, dan Pasir sangat halus 0,063 – 125 mm 

3. Lanau 0.043 – 0.063 mm

4. Lempung 0.002 – 0.043 mm

Menurut Purnomo (2011), kerikil dan pasir merupakan material yang berbutir kasar dan tidak kohesif, sedangkan lanau dan lempung adalah berbutir halus dan kohesif. 

Bentukan Sedimentasi Aluvial
Delta

STRUKTUR BATUAN SEDIMEN 

Pengendapan sedimen dalam kurun waktu yang lama akan membentuk lapisan endapan yang tebal, dan selama proses pengendapan membentuk bermacam-macam tipe struktur. Tipe struktur tersebut terbentuk tergantung dari pergerakan massa air. Butiran halus mengendap di energi massa air rendah dan butiran kasar pada aliran massa yang berenergi tinggi. 

Bentuk - Bentuk Struktur Sedimen 

Flaser bedding adalah endapan pasir yang dominan yang disisipi oleh lensa lumpur. Wavy laminasi adalah pasir yang berselang seling dengan lempung atau lumpur. Lenticuler laminasi adalah lempung atau lumpur yang dominan disisipi oleh lensa pasir.

KOMPOSISI SEDIMEN

Batuan sedimen berbeda dengan batuan beku, karena batuan sedimen memiliki komposisi yang lebih bervariasi, meskipun ada beberapa diantaranya yang memiliki komposisi sangat sederhana. Konsentrasi unsur-unsur kimia di kerak bumi terutama ditemukan dalam batuan sedimen. Sebagian konsentrat itu merupakan produk pembersihan dan penggabungan residu pelapukan batuan tua, misalnya pasir kuarsa yang dapat mengandung silika lebih dari 99%. Sebagian konsentrat lain merupakan produk dari proses-proses kimia dan biokimia selektif, contohnya adalah batu gamping kalsium-tinggi (mengandung CaCO3 >99%), garam batu, dan gypsum.

Sumber : Berbagai sumber dan referensi.


Joko Sunaryanto
Joko Sunaryanto Jangan lupakan jati dirimu. "Sangkan paraning dumadi"

Posting Komentar untuk "Pengertian Sedimen, Material dan Strukturnya"