Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Awan Cirrus : Pengertian, Karakteristik, Proses Pembentukan dan Jenisnya

Pengertian 

Awan Cirrus

Awan Cirrus atau sirus adalah awan tinggi dengan ciri-ciri tipis, berserat seperti bulu burung atau gula-gula kapas. Awan sirus sering muncul pertama kali di sepanjang daerah front. Pada awan ini terdapat kristal-kristal es. Terkadang puncak awan sirus bergerak dengan cepat. Arah anginnya juga dapat bervariasi.
Awan sirus terbentuk ketika uap air membeku menjadi kristal es pada ketinggian di atas 8000 meter

Jenis Awan Cirrus

Awan Cirrus secara umum terdiri menjadi empat jenis, yaitu :

1. Cirrus Fibratus

Awan cirrus fibratus ini memiliki bentuk seperti benang atau serupa dengan rambut halus yang rata ataupun melengkung seperti bulu ayam. Awan fibratus tidak mempunyai kail di unsur tepinya serta filamennya seringkali terpisah dari satu sama lain. Terletak di ketinggian di atas 6.000 m dan seringkali dapat menjadi indikasi cuaca cerah.

Cirrus Fibratus

2. Cirrus Uncinus

Awan cirrus uncinus memiliki bentuk yang serupa seperti kail atau berbentuk ikal dan unsur puncaknya serupa seperti jambul.

Cirrus Uncinus

3. Cirrus Densus

Awan Cirrus densus ini terlihat lumayan tebal bila dilihat secara seksama, sampai nampak berwarna keabu-abuan bila dilihat ke arah matahari. Awan ini terbentuk dari sisa-sisa landasan awan Cumulonimbus (Cb) yang terurai dan lokasi tebalnya terkadang susah untuk dipisahkan dengan awan menengah yaitu Awan Altostratus. Awan ini memiliki bentuk yang terpisah-pisah dan seringkali tidak bertambah, terlihat seperti perca-perca.

4. Cirrus Nothus

Awan cirrus nothus ialah awan yang terbentuk sebab puncak Cumulonimbus yang pecah atau terurai dan sering disebut awan cirrus palsu


Karakteristik atau Ciri Awan Cirrus

Awan Cirrus memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut :

  1. berbentuk seperti bulu ayam
  2. awannya berdiri sendiri dan teksturnya halus
  3. terletak di bagian sangat tinggi
  4. tidak mengakibatkan hujan
  5. mempunyai ukuran yang kecil
  6. tidak padat dan tidak tebal
  7. terdiri dari halbor air yang terjadi diakibatkan oleh suhu yang dingin pada atmosfer
  8. ditiupkan oleh angin timuran yang terus – menerus
  9. berwarna putih dengan pinggiran yang tidak jelas


Proses Terjadinya Awan

Awan terbentuk dari panas matahari yang mengakibatkan air di laut, sungai dan danau menguap. Uap air itu nantinya bakal bergerak naik ke atas dan saat uap itu naik, uap air mulai menjadi dingin. Hasilnya, uap air itu mulai berkondensasi menyusun kembali butiran-butiran air. 

Dari kelompok butiran-butiran air di langit tersebutlah yang tidak jarang disebut sebagai awan. Apabila butiran-butiran air itu semakin membesar pada akhirnya bakal jatuh pulang ke bumi sebagai hujan. Terkadang suhu udara yang terlampau dingin dapat menciptakan butiran-butiran air itu membeku dan jatuh ke bumi sebagai salju dan bahkan dapat menjadi hujan es. Proses ini bakal terus berputar bagaikan suatu siklus.

Cirrus

Peran awan

Peran awan antara lain:

  • sebagai bagian cuaca atau iklim
  • sebagai pengendali cuaca karena beraksi sebagai sumber air terjadinya hujan
  • sebagai pemantul yang baik terhadap radiasi surya
  • sebagai penyerap yang baik terhadap radiasi bumi
  • dapat menghilangkan cuaca panas dan dapat menyerahkan kesejukan
  • dapat menjadi patokan guna memperkirakan arah angin
  • dapat menolong dalam sistem penerbangan


Baca juga : Awan Cumulus dan Stratus

Joko Sunaryanto
Joko Sunaryanto Jangan lupakan jati dirimu. "Sangkan paraning dumadi"

Posting Komentar untuk "Awan Cirrus : Pengertian, Karakteristik, Proses Pembentukan dan Jenisnya"